Buat pemerintah, gua tau agama lu Islam. Tapi jangan mendiskreditkan penduduk. Indonesia bukan cuma Islam doang, walaupun yang mayoritas Islam. Inget, kalo yang menentukan lu masuk surga itu Tuhan bukan para ulama. INGET!!! Jangan bersikap pilih kasih. Umat beragama lain juga hidup. Bukan cuma umat Muslim. Tapi kenapa pada kenyataannya kalian membuat keputusan berdasarkan agama? Woi, kalian manusiakan? Punya hatikan? Jangan menganggap umat lain seakan seenggok sampah yang mudah dilupakan. Jangan menimbun kebencian di dalam hati mereka. Kalian bekerja untuk semua. Bukan hanya untuk umat Islam. Banyak kejadian seperti di Karimun, Babel, Surabaya, Kranji kalian diam. Kalian takut dengan rakyat yang mengaku sebagai jubir Sang Pencipta. Tuhan ada di surga bukan di dalam seenggok daging tanpa perasaan. Hina kalian yang mengatakan kafir kepada umat beragama lain. Kalian menganggap diri kalian suci, tapi pada nyatanya kalian tidak lebih dari iblis. Iya, IBLIS.
Postingan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Pesanku untuk kalian para manusia yang memiliki sahabat. Jaga mereka. Sakit rasanya ketika kita sadar bahwa mereka tidak lagi sama seperti dulu. Dan aku sadar bahwa ini hanyalah kisah yang berulang. Aku pernah mengalaminya dan melupakannya. Memang hidup kita seperti sampah jika tidak mampu merubahnya. Salamku untukmu sahabat yang kelak semoga bisa menjadi romo dan missionaris, maafkanlah temanmu yang hina ini. Aku tidak pantas menyebut diriku sahabat. Banyak orang di luar sana yang lebih baik dariku. Fuck for life
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Malam menjadi begitu hening. Cahaya rembulan pun redup, tak seterang biasanya. Nyanyian malam pun tak terdengar lagi. Semua sedang haus dalam lamunannya sendiri. Semua sedang nyaman menikmati khayalan dan batas yang ada. Lantunan doa syahdu setiap umat beragama mendadak hilang ditelan bumi. Hanya ada bisik-bisik suara yang memanggil nama-Nya yang kudus. Berharap banyak dengan amal ibadah yang begitu minim. Namun apa gunanya berkata, lebih indah jika aku dan kau bergabung dalam lantunan doa yang sekadar bisik-bisik 2 atau 3 orang.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Baru-baru ini ada kasus mengenai covid-19. Sebuah kasus yang tergolong extreme di tahun2020. Siapa sangka virus kecil ini begitu berbahaya? Tapi bukan ini topik yang hendak kuangkat. Aku hanya ingin membahas bagaimana tingkah sebagian manusia yang kerapkali menggunakan agama pada masa pandemi ini terjadi. Menjijikan mungkin kata yang tepat untuk menggambarkannya. Entah dia mau islam, katolik, protestant, hindu, budha, ataupun konghucu. Sekali lagi, gua gak peduli bajing" sialan. Gua merasa kesel aja ada lagi orang farisi di zaman sekarang. Woi siapa lu? JUBIRNYA TUHAN? Enak banget lu ngehakimin manusia atas dasar agama. Weh anjing dengerin gua ya! Lu hidup di negara pluralis. Sekali lagi ya pluralis! Tau diri bangsat. Siapa lu dihadapan Tuhan? Cuma tai kotok! Ngaca! Kafir dibawa", udah ngerasa suci ya? Hello!!! Ngaca woi! Ga punya kaca gua kasih dah. Bukan hak lu sebagai manusia ngadili orang lain atas dasar agama-nya. Agama cuma sebagai prasarana kita buat deke...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Ketika orang bertanya di manakah keadilan? Pemerintah bertindak namun yang diberikan masyarakat adalah penolakan. Semua yang diberikan pasti ada dampak positif ataupun negatif. Siapa sangka bahwa semuanya akan menjadi sebuah masalah beruntun? Apa yang diharapkan dari kaum minoritas ketika kaum mayoritas beraksi? Kami hanya dapat diam. Diam tak berkata. Kami takut. Takut akan yang terjadi bila kami berkata. Apa yang diinginkan kaum minoritas? Tidak banyak hanyalah sedikit. Kami hanya meminta agar kita semua dapat damai. Kami hanya berharap kalian memberi belas kasih kepada kami. Mungkin kami salah. Mungkin kami membuat kalian membenci. Namun bukankah Tuhan Allah mengajarkan untuk saling mengampuni? Bukankah semua agama sama? Semuanya bertuju pada yang MahaKuasa? Mungkin kalian semua akan bertanya-tanya apakah maksud dari surat kecil ini? Kalian pasti akan mengira bahwa ini sebuah penghinaan dan lain-lain. Tidak. Ini hanyalah bagian dari refleksi. Refleksi merupakan saat dimana kita ber...