Ketika orang bertanya di manakah keadilan? Pemerintah bertindak namun yang diberikan masyarakat adalah penolakan. Semua yang diberikan pasti ada dampak positif ataupun negatif. Siapa sangka bahwa semuanya akan menjadi sebuah masalah beruntun? Apa yang diharapkan dari kaum minoritas ketika kaum mayoritas beraksi? Kami hanya dapat diam. Diam tak berkata. Kami takut. Takut akan yang terjadi bila kami berkata. Apa yang diinginkan kaum minoritas? Tidak banyak hanyalah sedikit. Kami hanya meminta agar kita semua dapat damai. Kami hanya berharap kalian memberi belas kasih kepada kami. Mungkin kami salah. Mungkin kami membuat kalian membenci. Namun bukankah Tuhan Allah mengajarkan untuk saling mengampuni? Bukankah semua agama sama? Semuanya bertuju pada yang MahaKuasa? Mungkin kalian semua akan bertanya-tanya apakah maksud dari surat kecil ini? Kalian pasti akan mengira bahwa ini sebuah penghinaan dan lain-lain. Tidak. Ini hanyalah bagian dari refleksi. Refleksi merupakan saat dimana kita bertanya kepada diri kita, apa yang kita lakukan benar? Apa yang kita lakukan salah? Andai saja negeri ini dapat hidup berdampingan dengan ketenangan. Pasti ada maslah, tetapi masalah itu dapat diselesaikan jika kita hidup rukun. Pesan ini bukan hanya untuk kita warga Indonesia yang dikenal ramah dan bersolidaritas tinggi serta memiliki semboyan Bhineka Tunggal Ika. Tetapi surat ini juga ditujukan bagi kalian para umat manusia. Dimanapun kalian berada. Maaf bila ada salah kata. Maaf bila menyakitkan atau membaut dendam.
When people ask where is justice? The government acts but the community gives is rejection. All that is given there must be a positive or negative impact. Who would have thought that everything would be a successive problem? What do minorities expect when the majority of the people act? We can only be silent. Silence did not say. We are afraid. Fear of what happens when we say. What do the minorities want? Not much but little. We just ask that we all be at peace. We just hope you give us compassion. Maybe we were wrong. Maybe we make you hate. But does not God teach to forgive one another? Are not all religions the same? All of them are on the Almighty? Perhaps you will all be wondering what is meant by this little letter? You will surely think that this is an insult and others. No. This is just part of the reflection. Reflection is the moment when we ask ourselves, what do we do right? What are we doing wrong? If only this country could live side by side with tranquility. There must be a problem, but the problem can be solved if we live in harmony. This message is not only for us citizens of Indonesia who are known to be friendly and high in solidarity and have slogan of Bhineka Tunggal Ika. But this letter is also directed to you human beings. Wherever you are. Sorry if there is a mistake. Sorry if it hurts or revenge.
Komentar
Posting Komentar