Malam menjadi begitu hening. Cahaya rembulan pun redup, tak seterang biasanya. Nyanyian malam pun tak terdengar lagi. Semua sedang haus dalam lamunannya sendiri. Semua sedang nyaman menikmati khayalan dan batas yang ada. Lantunan doa syahdu setiap umat beragama mendadak hilang ditelan bumi. Hanya ada bisik-bisik suara yang memanggil nama-Nya yang kudus. Berharap banyak dengan amal ibadah yang begitu minim. Namun apa gunanya berkata, lebih indah jika aku dan kau bergabung dalam lantunan doa yang sekadar bisik-bisik 2 atau 3 orang.
Buat pemerintah, gua tau agama lu Islam. Tapi jangan mendiskreditkan penduduk. Indonesia bukan cuma Islam doang, walaupun yang mayoritas Islam. Inget, kalo yang menentukan lu masuk surga itu Tuhan bukan para ulama. INGET!!! Jangan bersikap pilih kasih. Umat beragama lain juga hidup. Bukan cuma umat Muslim. Tapi kenapa pada kenyataannya kalian membuat keputusan berdasarkan agama? Woi, kalian manusiakan? Punya hatikan? Jangan menganggap umat lain seakan seenggok sampah yang mudah dilupakan. Jangan menimbun kebencian di dalam hati mereka. Kalian bekerja untuk semua. Bukan hanya untuk umat Islam. Banyak kejadian seperti di Karimun, Babel, Surabaya, Kranji kalian diam. Kalian takut dengan rakyat yang mengaku sebagai jubir Sang Pencipta. Tuhan ada di surga bukan di dalam seenggok daging tanpa perasaan. Hina kalian yang mengatakan kafir kepada umat beragama lain. Kalian menganggap diri kalian suci, tapi pada nyatanya kalian tidak lebih dari iblis. Iya, IBLIS.
Komentar
Posting Komentar